, ,

BTM Berjanji Bangun Jembatan Kasonaweja-Burmeso Solusi Atasi Isolasi Mamberamo Raya

by -649 Views

BTM Janji Bangun Jembatan Kasonaweja–Burmeso: Akses untuk Masa Depan Mamberamo Raya

NEWS Burmeso– BTM kembali menunjukkan komitmen kuatnya untuk membangun infrastruktur dasar di wilayah pedalaman Papua, khususnya di Kabupaten Mamberamo Raya. Dalam kampanye terbuka yang digelar di Kasonaweja pada Jumat (20/6/2025), ribuan warga menyambut antusias janji BTM untuk membangun Jembatan Kasonaweja–Burmeso sebagai salah satu prioritas utama jika terpilih memimpin Papua.

Janji ini bukan sekadar retorika politik, melainkan sebuah ikrar yang diucapkan dengan penuh keyakinan. “Kalau Tuhan berkenan dan rakyat Papua memilih saya, maka pembangunan Jembatan Kaso–Burmeso ini akan menjadi salah satu prioritas utama dalam lima tahun ke depan,” tegas BTM, disambut gemuruh tepuk tangan dan sorak pendukungnya.

Jembatan Penghubung yang Akan Mengubah Nasib Mamberamo Raya

Selama ini, masyarakat Kasonaweja dan Burmeso harus bergantung pada transportasi sungai untuk mobilitas sehari-hari dan distribusi barang. Kondisi ini sangat rentan terhadap cuaca, sehingga sering menghambat akses pendidikan, kesehatan, dan perdagangan.

Jembatan Kasonaweja–Burmeso akan menjadi penghubung vital yang mempersingkat jarak tempuh dan membuka isolasi wilayah. “Jembatan ini tidak hanya mempermudah transportasi, tetapi juga membuka peluang besar di sektor pendidikan, kesehatan, dan pariwisata. Ini adalah pintu menuju kemajuan,” ujar BTM.

Sebagai mantan Wali Kota Jayapura dua periode, BTM dikenal sebagai pemimpin yang nyata dalam aksi. Ia telah membuktikan komitmennya dengan membangun sejumlah ikon Kota Jayapura, seperti Jembatan Merah Youtefa, serta meningkatkan layanan publik di bidang pendidikan dan kesehatan.

“Saya ini majelis. Saya tidak berdiri di panggung hanya untuk berjanji. Kalau saya terpilih, janji ini akan saya tepati. Kalau saya tidak bangun jembatan itu, silakan datang dan demo saya di Kantor Gubernur,” tegasnya dengan nada meyakinkan.

BTM Berjanji Bangun Jembatan Kasonaweja-Burmeso Solusi Atasi Isolasi Mamberamo Raya
BTM Berjanji Bangun Jembatan Kasonaweja-Burmeso Solusi Atasi Isolasi Mamberamo Raya

Baca Juga: Mayer Wenda Tewas, Apakah Konflik Papua Akan Mereda?

Tidak Hanya Jembatan: Infrastruktur dan Energi Bersih untuk Papua

Selain jembatan Kasonaweja–Burmeso, BTM juga berkomitmen melanjutkan pembangunan sejumlah ruas jalan penting, seperti:

  • Jalan Anggreso–Sarmi

  • Jalan Burmeso–Sikari

  • Jalan Burmeso–Gesha

Tak hanya itu, BTM dan pasangannya, Constant Karma (CK), juga menyoroti potensi Sungai Mamberamo sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). PLTA Mamberamo diharapkan menjadi tulang punggung energi bersih untuk Papua sekaligus menarik investasi industri baru di pedalaman.

Program lain yang masuk dalam visi BTM–CK meliputi:
✔ Pembangunan rumah layak huni
✔ Pembangunan bandar udara
✔ Stadion sepak bola
✔ Dermaga dan pelabuhan rakyat

Dukungan Masyarakat Adat: “BTM Punya Hati untuk Membangun Negeri Kami”

Komitmen BTM mendapat sambutan hangat dari tokoh adat dan masyarakat Mamberamo Raya. Teriyanus Bisarasisi, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Mamberamo Raya, menyebut janji BTM sebagai langkah bersejarah.

“Kami sudah puluhan tahun hidup dalam keterbatasan akses. Kalau jembatan ini benar-benar dibangun, itu akan menjadi sejarah besar bagi masyarakat Kaso dan Burmeso. Hanya Bapak Tomi Mano yang benar-benar punya hati membangun negeri kami,” ungkapnya.

Teriyanus juga menegaskan bahwa masyarakat adat siap mendukung penuh BTM–CK dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua pada 6 Agustus 2025.

Pembangunan yang Melibatkan Rakyat, untuk Rakyat

BTM menutup orasinya dengan pesan tegas: pembangunan infrastruktur pedalaman adalah bagian dari visi besar Papua yang terhubung, adil, dan sejahtera. Ia juga menekankan bahwa proses pembangunan akan melibatkan tenaga kerja lokal, sehingga manfaat ekonomi langsung dirasakan masyarakat.

“Kami akan melibatkan masyarakat lokal dalam pembangunan. Ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi proses pemberdayaan dan kedaulatan rakyat Papua atas tanah dan masa depannya,” tegasnya.

Kesempatan Sejarah untuk Papua yang Lebih Maju

Benhur Tomi Mano bukanlah politisi yang hanya berjanji. Ia telah membuktikan kapasitasnya sebagai pemimpin yang pro-rakyat dan berorientasi pada pembangunan. Dengan pengalamannya memajukan Jayapura, harapan besar kini tertumpu pada visinya untuk membangun Papua dari pedalaman.

Pemilihan Gubernur Papua akan digelar ulang pada 6 Agustus 2025. Masyarakat diharapkan menggunakan hak suaranya dengan bijak, karena keputusan hari ini akan menentukan nasib anak cucu di masa depan.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.