, ,

Gotong Royong Wujudkan Mimpi Jembatan 100 Meter Dibangun Warga Kabaresi

by -924 Views

Kebersamaan dan Gotong Royong Wujudkan Jembatan Penghubung di Kampung Persiapan Kabaresi

NEWS Burmeso– Semangat gotong royong dan kebersamaan kembali mewarnai pembangunan infrastruktur di Kampung Persiapan Kabaresi, Distrik Mamberamo Hilir, Kabupaten Mamberamo Raya. Warga setempat bersama masyarakat Kampung Induk Yoke bahu-membahu membangun jembatan sepanjang 100 meter yang akan menjadi akses vital penghubung antar pemukiman dan lahan pertanian.

Pembangunan jembatan ini tidak hanya menjadi solusi atas kesulitan akses transportasi, terutama saat musim hujan, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan harapan bagi kemajuan Kampung Persiapan Kabaresi.

Dana Desa Dukung Pembangunan, Masyarakat Kerjakan Secara Swadaya

Proyek strategis ini didanai melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2025 Tahap I dari Kampung Induk Yoke, dengan nilai anggaran Rp 60 juta. Alokasi dana ini merupakan bentuk dukungan kampung induk terhadap pengembangan Kampung Persiapan Kabaresi.

Meski menggunakan dana desa, pembangunan jembatan dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat dengan memanfaatkan tenaga lokal dan material yang tersedia di sekitar kampung. Hal ini menunjukkan tingginya partisipasi dan kemandirian warga dalam membangun infrastruktur yang dibutuhkan.

Ruben Sirembari, SH, Tokoh Pemuda Kampung Persiapan Kabaresi, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. “Jembatan ini sangat dibutuhkan warga, terutama saat musim hujan ketika jalur utama sulit dilewati. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kampung Induk Yoke yang telah mempercayakan pengelolaan dana desa untuk kepentingan pembangunan ini,” ujarnya.

Lebih dari Sekadar Infrastruktur: Jembatan sebagai Simbol Persatuan

Kebersaman Warnai Pembangunan Jembatan 100 Meter di Kp Persiapan Kabaresi - Korericom - Berita Indonesia Timur Terkini Terpercaya

Baca Juga: Peter de Roo Beberkan Kelebihan dan Kelemahan Sepak Bola Indonesia Dibanding Malaysia & Singapura

Bagi Ruben, pembangunan jembatan ini bukan sekadar soal fisik, melainkan juga penghubung hati antarwarga. “Bagi saya selaku tokoh pemuda, jembatan ini adalah tanda penghubung hati. Kalau akses terbuka, hubungan antarwarga pun semakin erat. Ini adalah warisan yang akan dipakai anak cucu kita,” tuturnya.

Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun sosial. Selama ini, kondisi jalan yang buruk kerap menghambat distribusi hasil pertanian dan akses anak-anak ke sekolah.

Meski pembangunan jembatan telah berjalan, masyarakat berharap agar Pemerintah Daerah terus mendukung pengembangan infrastruktur di wilayah mereka. “Kepada Kepala Kampung Induk Yoke dan seluruh aparatur kampung induk yang telah memberikan perhatian serius, kami berterima kasih. Namun, kami juga berharap ada fungsi kontrol dan pengawasan dalam pelaksanaan pembangunan ini,” pintanya.

Selain itu, warga Kampung Persiapan Kabaresi memiliki harapan besar agar kampung mereka segera dimekarkan secara definitif. “Kami berharap peresmian pemekaran Kampung Persiapan Kabaresi dapat dilakukan oleh Bupati Mamberamo Raya, sesuai dengan program dan visi-misi beliau,” tegas Ruben.

Gotong Royong sebagai Kekuatan Pembangunan

Pembangunan jembatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Dengan kerja sama antara warga, tokoh pemuda, dan dukungan kampung induk, proyek ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi kemajuan Kampung Persiapan Kabaresi.

Ke depan, masyarakat berkomitmen untuk terus bekerja sama dalam pembangunan, sambil berharap adanya dukungan lebih besar dari pemerintah daerah. “Kami ingin membangun secara mandiri dengan gotong royong, tetapi juga membutuhkan pendampingan dan perhatian dari pemerintah,” tutup Ruben.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.