Membangun Harapan di Atas Awan: Program 2.200 Rumah untuk Papua Pegunungan
NEWS Burmeso– Di tengah kabut pegunungan dan lembah yang dalam, sebuah komitmen kuat pemerintah bergema. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembangunan 2.200 unit rumah bagi masyarakat Provinsi Papua Pegunungan, wilayah yang tercatat memiliki tingkat kemiskinan tertinggi dan kebutuhan perumahan terbesar di Tanah Air. Perintah tersebut kini dieksekusi secara serius oleh jajaran menteri, dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.
Dalam Rapat Bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan Gubernur Papua Pegunungan yang digelar di Kantor Kemendagri, Jakarta, pada Kamis (21/8/2025), Tito menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk menjawab tantangan ketimpangan dan keadilan.
“Penetapan Papua Pegunungan sebagai lokasi prioritas dibandingkan wilayah Papua lainnya didasarkan pada data pemerintah sekaligus untuk memenuhi aspek keadilan,” tegas Tito, mengutip data BPS yang mencatat angka kemiskinan di provinsi tersebut mencapai 30,03 persen.
Lebih dari Sekadar Bata dan Semen: Membangun Keadilan di Ujung Timur Indonesia
Papua Pegunungan bukanlah wilayah yang mudah. Medan yang terjal, harga material bangunan yang mahal akibat rantai logistik yang panjang, dan dinamika keamanan yang kompleks seringkali menjadi alasan pembangunan tersendat. Namun, justru dalam kondisi itulah negara hadir.

Baca Juga: DWP Papua Pegunungan Dikukuhkan Siap Jadi Agen Perubahan dan Pemberdayaan
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menekankan bahwa program ini adalah perintah langsung Presiden Prabowo untuk memastikan rakyat memperoleh rumah layak huni.
Pembangunan 2.200 rumah ini dimaknai sebagai lebih dari sekadar proyek fisik. Ini adalah investasi sosial untuk meningkatkan kualitas hidup, memutus mata rantai kemiskinan, dan memberikan rasa aman serta kepastian bagi masyarakat. Sebuah rumah yang layak adalah fondasi bagi keluarga untuk membangun masa depan yang lebih baik, anak-anak dapat belajar dengan nyaman, dan kesehatan masyarakat terjaga.
Rapat Lanjutan: Menjabarkan Rencana ke Dalam Aksi Kongkrit
Sebagai bentuk keseriusan, langkah lanjutan langsung diambil. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, bersama Dirjen Azis Andriansyah, langsung memimpin rapat susulan. Rapat yang dihadiri perwakilan Kemendagri, Kantor Staf Presiden (KSP), dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan
Sebuah Janji yang Harus Ditepati
Program 2.200 rumah di Papua Pegunungan adalah sebuah terobosan penting. Ia menggeser paradigma pembangunan dari yang berorientasi pada wilayah yang mudah diakses menjadi berkeadilan bagi yang paling tertinggal. Ini adalah ujian nyata bagi pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mewujudkan Nawacita, khususnya membangun Indonesia dari pinggiran.
Mata seluruh masyarakat, khususnya warga Papua Pegunungan, tertuju pada janji ini. Keberhasilan program ini akan menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya hadir dalam retorika, tetapi juga dalam aksi nyata yang menyentuh hati dan kehidupan masyarakat yang paling membutuhkan di ujung timur Indonesia.







